JAKARTA, SENTERSUMBAR.COM
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam beberapa hari terakhir mengalami volatilitas cukup tinggi.
"Kalau dari saya, sih, enggak ada," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Purbaya, pergerakan harga saham pada dasarnya harus mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Ia menilai fondasi ekonomi Indonesia masih kuat, termasuk ditopang oleh kinerja sektor perbankan yang tetap mencatat pertumbuhan positif.
Purbaya menyebut pertumbuhan kredit dan profitabilitas perbankan masih berada pada level dua digit, yang menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan dengan baik.
"Yang penting saya jelaskan bahwa fondasi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham," ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemerintah meminta Danantara untuk masuk ke pasar saham guna menahan tekanan yang terjadi, Purbaya menegaskan bahwa Danantara merupakan lembaga yang berorientasi pada keuntungan.
"Untuk Danantara, satu lembaga yang profit-oriented entity," katanya.
Pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir memang mengalami fluktuasi tajam. Pada perdagangan 2 Juni 2026, IHSG masih mampu menguat 1,11 persen ke kisaran level 6.195. Namun sehari kemudian, tekanan jual meningkat sehingga indeks sempat merosot 4,94 persen ke level 5.889 pada sesi pertama perdagangan.
Sementara itu, hingga pukul 14.15 WIB pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG tercatat terkoreksi 3,42 persen ke level 5.735. Bahkan, indeks sempat menyentuh level terendah harian di posisi 5.644.
Secara tahun berjalan (year to date/ytd), IHSG telah mengalami pelemahan sekitar 33,62 persen. Meski demikian, pemerintah meyakini kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan diharapkan dapat menjadi penopang bagi stabilitas pasar keuangan ke depan. (hdr)