Mayoritas Gempa Berasal dari Kedalaman Dangkal
BMKG mencatat sebanyak 18 gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, dua gempa lainnya berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
Kedalaman terdalam yang tercatat mencapai 174 kilometer, sedangkan gempa paling dangkal terjadi pada kedalaman 3 kilometer.
Gempa dangkal umumnya berpotensi menghasilkan guncangan yang lebih terasa dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo yang sama. Namun dampaknya tetap bergantung pada lokasi pusat gempa, kondisi geologi setempat, serta jarak terhadap wilayah permukiman.
BMKG menilai pemahaman masyarakat terhadap karakteristik gempa bumi menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana. Edukasi kebencanaan terus dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi gempa yang dapat terjadi sewaktu-waktu.