SENTERSUMBAR.COM – Perusahaan keamanan siber berbasis cloud, Sysdig, mengungkap temuan mengenai ransomware berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut sebagai agentic ransomware pertama yang berhasil didokumentasikan.
Ransomware yang diberi nama JadePuffer itu mampu menjalankan seluruh tahapan serangan siber secara otomatis pada level eksekusi tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Dalam laporannya, Sysdig menjelaskan agen AI tersebut dapat menyusup ke server yang memiliki celah keamanan, mencuri kredensial, bergerak di dalam jaringan target, mengenkripsi data, hingga menyusun sendiri surat permintaan tebusan (ransom note). Agen AI juga mampu beradaptasi terhadap berbagai kendala teknis layaknya seorang peretas.
Meski demikian, Senior Director Threat Research Sysdig, Michael Clark, menegaskan bahwa manusia tetap berperan dalam operasi tersebut, meskipun tidak terlibat langsung saat proses serangan berlangsung.
"Manusia tetap yang menyiapkan dan mengarahkan operasi ini, termasuk menyediakan infrastruktur seperti server command-and-control, server penyimpanan data hasil curian, serta menentukan target serangan," kata Clark, dikutip dari TechCrunch, Rabu (8/7/26).
Clark menjelaskan kredensial yang digunakan untuk membobol sistem korban bukan diperoleh oleh agen AI, melainkan hasil peretasan sebelumnya yang kemudian diserahkan kepada pelaku untuk digunakan dalam operasi tersebut.