Tekanan Dipicu Sentimen Global dan Domestik
Menurut Axel, tekanan pasar juga diperparah oleh lonjakan harga minyak Brent hingga US$118 per barel, serta kekhawatiran terhadap kebijakan regulasi ekspor dan skema gross split pada sektor pertambangan.
Kombinasi sentimen tersebut memicu arus keluar dana asing (outflow) yang sangat besar, mencapai Rp64,6 triliun sepanjang lima bulan pertama 2026. Sektor perbankan menjadi yang paling terdampak dengan pelepasan dana mencapai Rp52 triliun.
IHSG Mulai Pulih, Didukung Sentimen Kebijakan
Saat ini, pasar saham Indonesia mulai mendapatkan angin segar setelah adanya kejelasan kebijakan dari Kementerian ESDM terkait royalti sektor tambang. Selain itu, penurunan harga minyak Brent ke level US$79 per barel serta langkah agresif Bank Indonesia dalam kebijakan suku bunga turut mendukung pemulihan jangka pendek.
Meski demikian, Indo Premier Sekuritas menilai bahwa penguatan IHSG saat ini masih bersifat sementara.
“Ini sebuah napas buatan, tetapi bukan obat mujarab. Kami menilai target defisit fiskal sebesar 2,7 persen tidak menyisakan ruang bagi adanya kesalahan,” jelas Axel.