SOLOK, SENTERSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok mempercepat penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi setelah total kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai hampir Rp1,9 triliun.
Program pemulihan tersebut ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2028, mencakup perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan ketahanan daerah terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Komitmen itu disampaikan Bupati Solok Jon Firman Pandu saat membuka Rapat Evaluasi Penetapan Status Bencana Hidrometeorologi di Aula Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Senin (22/6/26).
Menurut Jon Firman Pandu, besarnya nilai kerugian menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, sektor pertanian, transportasi, hingga kehidupan sosial masyarakat.
"Forum ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan konkret untuk mempercepat penanganan pascabencana di Kabupaten Solok," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh data yang dihimpun selama masa tanggap darurat akan menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus bahan pengajuan dukungan pendanaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat.
Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan kolaborasi lintas sektor mengingat besarnya skala kerusakan yang terjadi. Karena itu, Pemkab Solok menggandeng Forkopimda, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga masyarakat agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif.
Selain memperbaiki kerusakan fisik, pemerintah juga ingin memastikan pemulihan mampu meningkatkan ketahanan daerah dalam menghadapi ancaman bencana serupa di masa mendatang.
Nilai kerugian yang mendekati Rp1,9 triliun menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mengusulkan tambahan dukungan anggaran untuk mempercepat proses pemulihan di berbagai sektor.
Jon Firman Pandu optimistis dengan dukungan seluruh pihak, Kabupaten Solok dapat bangkit dan kembali berkembang setelah dilanda bencana.
“Bencana memang menimbulkan kerusakan besar, tetapi dengan kerja sama dan komitmen bersama, Kabupaten Solok akan bangkit lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya. (hdr)