BOGOR, SENTERSUMBAR.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak mahasiswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses meraih cita-cita dan kesuksesan.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di Institut Pertanian Bogor (IPB) University dalam kegiatan Ministerial and Top Executive Lecture Series yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Kamis (11/6/26).
Kegiatan berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, dan dihadiri ratusan mahasiswa serta civitas akademika.
Dalam pemaparannya, Amran menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang dapat membentuk karakter, ketangguhan, dan daya juang seseorang.
Menurutnya, banyak orang ingin meraih kesuksesan tanpa meninggalkan zona nyaman. Padahal, pencapaian besar hanya dapat diraih melalui keberanian menghadapi tantangan dan risiko.
“Kebanyakan kita tidak ingin keluar dari comfort zone, tetapi ingin sukses. Itu tidak bisa. Kalau ingin mencapai sesuatu yang besar, kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih besar,” ujarnya.
Amran menilai masa muda merupakan waktu terbaik untuk belajar, mencoba hal-hal baru, dan menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Hari ini kita belajar gagal. Kita belajar menderita. Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal saat masih muda. Justru dari kegagalan itulah kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi kehidupan yang sesungguhnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga membagikan pengalaman pribadinya saat merintis usaha dari nol. Berbagai kegagalan dan kerugian yang pernah dialami, menurutnya, menjadi pelajaran berharga yang membentuk mental dan daya juang hingga mampu mencapai keberhasilan.
Ia menegaskan bahwa kemampuan bertahan dalam tekanan menjadi salah satu faktor utama yang membedakan orang sukses dengan mereka yang mudah menyerah.
“Orang sukses adalah orang yang mampu bertahan dalam tekanan. Ketika dihina, diremehkan, dicemooh, atau menghadapi kegagalan, dia tetap bertahan dan terus melangkah. Di situlah mental pemenang dibentuk,” tegasnya.