Dialog Bersama Mahasiswa
Pada sesi dialog, sejumlah mahasiswa menyampaikan pengalaman dan gagasan mereka terkait pendidikan serta pengembangan sektor pertanian.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Tanah IPB, Muslimin, menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan melalui beasiswa sambil bekerja sebagai petugas kebersihan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Orang tua menjadi motivasi terbesar saya untuk terus melanjutkan pendidikan. Akses pendidikan tidak mudah, sehingga saya berjuang melalui beasiswa dan bekerja sambil kuliah,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa Teknologi Pangan, Aesha, memaparkan inovasi smart skin packaging berbahan dasar ganyong untuk produk kemasan berbasis daging. Adapun Abdul Aziz dari Fakultas Pertanian menyoroti pentingnya disiplin, penghormatan kepada orang tua, dan keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
Menanggapi berbagai pertanyaan mahasiswa, Amran juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian Indonesia di tengah tantangan krisis pangan global.
“Saat ini dunia menghadapi krisis pangan. Namun Indonesia mampu menunjukkan capaian yang membanggakan. Kita berhasil mencapai produksi beras sebesar 34,69 juta ton dan menjadi salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Menurut Amran, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petani, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta generasi muda yang terus berinovasi di sektor pertanian.
Menutup kuliah umum, Amran mengajak mahasiswa untuk memiliki mimpi besar dan konsisten menjalani proses dalam mewujudkannya.
“Make big dreams, take action, and be persistent. Bermimpilah besar, ambil tindakan, lalu bertahan dalam prosesnya. Yang paling sulit bukan bermimpi, tetapi konsisten dan tidak menyerah ketika menghadapi tantangan,” ujarnya. (hdr)