Pada aspek pengawasan, DPRD secara berkala melakukan rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) serta kunjungan lapangan guna memastikan program perlindungan anak berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Muhidi menilai pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan (bullying).
“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.
Ia menjelaskan, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
Muhidi juga menekankan pentingnya empat pilar utama dalam menyiapkan generasi masa depan, yaitu iman sebagai pondasi, akhlak sebagai penuntun, kasih sayang sebagai pengikat, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.
Menurutnya, penguatan budaya literasi juga menjadi salah satu kunci dalam menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Karena itu, berbagai program literasi perlu terus didorong agar budaya membaca tumbuh sejak usia dini.
“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tutupnya. (hdr)