Mental Silvia Mahlina menaklukkan ekstrimnya lintas Sumatera tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya si supir Bus AKAP tujuan Padang-Jakarta asal Lintau, Tanah Datar ini membuktikan bahwa pekerjaan supir tidak hanya mampu digeluti oleh pria saja.
Bak semangat Kartini, Silvia atau yang lebih ngetrend dengan panggilan Cancan oleh para Bis mania ataupun sesama kru bus, memutus dominasi pria sebagai supir bus luar pulau, yang berjuang membawa puluhan penumpang dengan selamat sampai tujuan disetiap kali keberangkatan.
Meski ia meupakan wanita namun keahlian Cancan ibu dua anak tersebut sudah tidak diragukan di lintasan sumtera, sebelum bergabung di bus MIYOR tujuan Jabodetabek. Ia juga pernah membawa bus tujuan pulau jawa dengan PO yang berbeda.
Dimulai pada tahun 2018 lalu di Riau, Uni Caca telah menjadi supir bus pariwisata, kemudian bus antar kota - antar provinsi tujuan Jambi - Jakarta.
Hingga, pada tahun 2023 lalu ibu tiga orang anak tersebut sukses menjajal Bus AKAP tujuan Padang - Jakarta.
Bagi Uni Cancan, darah supir tersebut mengalir dari kakeknya yang merupakan supir truk berat dengan rute Sumbar - Riau.
"Kalau pengalaman nyupir itu dimulai dari saya masih SMA, tapi bukan bus. Waktu itu mobil colt diesel sama L300. Kalau pengalaman mengemudi bus itu dimulai dari tahun 2018 sebagai supir bus pariwisata di Riau," katanya.
Dengan fisik yang prima dan pembawaan bus yang nyaman Cancan di acungi jempol oleh para penumpangnya. Seperti yang diungkapkan oleh Fitri, yang menilai kekuatan fisik Uni Caca saat mengemudikan bus tidak kalah dengan supir pria.
"Mbaknya keren. Driver cewek kan jarang ada dan ini melewati rute yang jauh yaitu dari Sumbar ke Jakarta. Pembawaan bus-nya juga nyaman, tidak ada bedanya dengan supir pria," ungkap Fitri.
Sementara itu, pihak fedri pengelola bus MIYOR perusahaan tempatcancan bekerja juga mendukung emansipasi wanita, terlebih selama ini belum ada supir bus Padang-Jakarta yang dikemudikan oleh seorang perempuan.
"Sekarang emansipasi wanita tidak ada bedanya dengan pria, dan kita memberikan kesempatan kepada perempuan-perempuan tangguh, dan menunjukkan ke masyarakat umum bahwa perempuan juga bisa melakukan hal seperti yang dilakukan laki-laki," ungkap Ferdiananda. (brm)