PADANG, SENTERSUMBAR.COM
Keselamatan kerja tidak hanya berhenti saat jam kerja usai. Bagi banyak pekerja, perjalanan pulang justru menjadi salah satu momen paling berisiko. Data menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pekerja setelah jam kerja cenderung meningkat, menjadikan rutinitas pulang kerja sebagai fase yang rawan dan perlu mendapat perhatian serius.
Setiap pekerja berangkat dengan harapan dapat kembali ke rumah dengan selamat. Namun kenyataan di lapangan sering kali berkata lain.
Kondisi kelelahan fisik dan mental setelah seharian bekerja, ditambah keinginan untuk segera tiba di rumah, kerap membuat pekerja mengabaikan aturan lalu lintas. Faktor-faktor inilah yang menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan.
Kecelakaan saat perjalanan pulang bukan sekadar angka statistik. Di balik setiap kejadian, terdapat dampak besar yang harus ditanggung, baik oleh korban maupun keluarga yang menunggu di rumah.
Hal ini diungkapkan oleh Ns. Lidya, seorang tenaga kesehatan yang kerap menangani korban kecelakaan lalu lintas.
“Saya sering menerima pasien korban kecelakaan saat pulang kerja. Luka yang mereka alami bukan hanya fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga. Saya pernah menangani seorang ayah yang tidak bisa berjalan normal setelah kecelakaan. Sejak saat itu, keluarganya harus menghadapi beban ekonomi dan psikologis yang berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja seharusnya tidak berhenti di lingkungan kerja saja, melainkan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari hingga pekerja tiba kembali di rumah. “Nyawa setiap pekerja adalah amanah yang tidak bisa diganti,” tambahnya.
Untuk itu, penting bagi semua pihak menjadikan keselamatan sebagai budaya. Disiplin dalam mematuhi rambu lalu lintas, menghindari berkendara saat kondisi lelah, menggunakan alat pelindung seperti helm, serta saling mengingatkan antar rekan kerja menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.
Kesadaran kolektif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan. Sebab pada akhirnya, angka bisa ditekan dan diperbaiki, tetapi nyawa yang hilang tidak akan pernah bisa tergantikan.(brm)
Keselamatan Kerja: Angka Boleh Turun, Nyawa Tidak Boleh Hilang
Foto: Dokumentasi