JAKARTA, SENTERSUMBAR.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tekanan dari sejumlah anggota Kongres dan kelompok pro-Israel untuk menyerahkan nota kesepahaman (MoU) terbaru dengan Iran kepada legislatif AS sesuai ketentuan Iran Nuclear Agreement Review Act (INARA).
Desakan tersebut muncul setelah pemerintah Trump menyepakati memorandum dengan Iran yang bertujuan meredakan konflik antara AS, Israel, dan Iran, sekaligus membuka jalan bagi perundingan baru terkait program nuklir Teheran.
Salah satu suara paling awal datang dari Senator Partai Republik, Lindsey Graham, yang menegaskan bahwa setiap kesepakatan nuklir dengan Iran wajib ditinjau oleh Kongres.
“Berdasarkan undang-undang kami, setiap kesepakatan nuklir dengan Iran akan dikirim ke Kongres untuk ditinjau dan dilakukan pemungutan suara. Saya berharap dapat meninjau produk akhirnya,” ujar Graham, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (20/6/26).