Ilham menjelaskan, sebelum KSB Koto XI Tarusan terbentuk, Kabupaten Pesisir Selatan baru memiliki empat Kampung Siaga Bencana yang tersebar di Kecamatan Bayang, Batang Kapas, Lengayang, dan Silaut. Dengan tambahan di Koto XI Tarusan, jumlah KSB di daerah tersebut kini menjadi lima.
“Ini merupakan capaian penting bagi daerah. Semakin banyak kampung yang memiliki kesiapsiagaan bencana, semakin kuat pula kemampuan masyarakat dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” katanya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan Kampung Siaga Bencana Koto XI Tarusan yang dilakukan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, bersama jajaran pemerintah provinsi, pemerintah daerah, unsur Forkopimca, dan para wali nagari se-Kecamatan Koto XI Tarusan.
Dalam sambutannya, Risnaldi Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Kemensos RI yang terus memberikan perhatian terhadap upaya pengurangan risiko bencana di daerah.
“Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh program Kampung Siaga Bencana ini. Pesisir Selatan merupakan daerah yang memiliki berbagai potensi bencana, sehingga kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam menyelamatkan jiwa dan mengurangi kerugian ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Kampung Siaga Bencana tidak hanya berfungsi sebagai wadah kesiapsiagaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat Kampung Siaga Bencana ini dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Pesisir Selatan. Pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana,” katanya.
Selain pembentukan KSB dan pelatihan Tagana Muda, Kemensos RI juga menyalurkan bantuan pengisian Lumbung Sosial senilai Rp158.277.500. Bantuan tersebut akan digunakan sebagai cadangan logistik kebencanaan yang dapat dimanfaatkan secara cepat saat terjadi keadaan darurat.
Melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana di Koto XI Tarusan dan hadirnya generasi baru Tagana Muda, pemerintah berharap kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat sekaligus memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas di Kabupaten Pesisir Selatan. (hdr)