PADANG, SENTERSUMBAR.COM – Sebanyak 656 daerah irigasi di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kerusakan akibat bencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025. Meski sebagian jaringan masih dalam tahap perbaikan, sejumlah saluran irigasi kini telah kembali berfungsi dan mulai mengaliri sekitar 56.996,16 hektare lahan persawahan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar, Rifda Suryani, mengatakan pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai Sumatra V (BWSS V) terus melakukan penanganan darurat untuk memastikan pasokan air bagi petani tetap terjaga.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terpenuhi agar musim tanam masyarakat tidak terganggu," kata Rifda.