SAWAHLUNTO, SENTERSUMBAR.COM – Sejumlah fraksi di DPRD Kota Sawahlunto mengkritisi pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Kritik tersebut disampaikan karena pendapatan daerah mengalami peningkatan, namun realisasi belanja justru menurun.
Gambaran pertanggungjawaban APBD 2025 disampaikan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, melalui nota pengantar dalam rapat paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Sawahlunto, Susi Haryati, didampingi Wakil Ketua Elfia Rita Dewi, Rabu (17/6/26).
Pada rapat yang sama, fraksi-fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut.
Fraksi NasDem-Demokrat melalui juru bicaranya, Idrayeni, menyoroti realisasi APBD 2025 yang menunjukkan pendapatan daerah mencapai 100,46 persen, sedangkan belanja daerah hanya terealisasi sebesar 92,28 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat sekitar 3,33 persen belanja daerah yang tidak terealisasi.
“Tentunya, ini perlu perhatian khusus saudara wali kota agar kebijakan kepala daerah dapat dioptimalkan seluruh perangkat daerah secara profesional, efisien, dan efektif,” ujar Idrayeni.