PADANG, SENTERSUMBAR.COM
Kasus gawat darurat seperti kecelakaan lalu lintas, tenggelam, hingga serangan jantung mendadak masih sering terjadi di tengah masyarakat. Namun, banyak korban ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas, sementara orang di sekitarnya bingung menentukan tindakan yang harus dilakukan.
Ns. Lidya Rusdi, S. Kep Staf di puskesmas lubuk buaya mengatakan, Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan darurat masyarakat masih rendah. Padahal, tindakan sederhana seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat menjadi penentu keselamatan korban.
menurut Ns. Lidya Rusdi, S. Kep , BHD merupakan pertolongan pertama pada korban henti napas atau henti jantung sebelum tenaga medis datang. Tujuannya menjaga fungsi jantung dan paru-paru tetap bekerja sementara agar peluang hidup korban lebih besar.
wanita asal Agam tersebut menambahkan Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa kesadaran dan napas korban, segera meminta bantuan, menghubungi ambulans, lalu melakukan kompresi dada atau CPR. Jika terlatih, penolong juga dapat memberikan napas buatan dan menggunakan AED bila tersedia.
Setelah korban dievakuasi ke rumah sakit, petugas medis akan melanjutkan penanganan seperti menjaga jalan napas, pemberian oksigen, pemantauan jantung, pemasangan infus, hingga defibrilasi bila diperlukan.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya BHD perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan pelatihan. Tindakan cepat dan tepat di lokasi kejadian dapat menjadi awal dari kehidupan yang berhasil diselamatkan.(brm)
Masyarakat WAJIB tahu
Foto: Dokumentasi