PADANG, SENTERSUMBAR.COM
Kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang hingga kloter ketujuh tidak lepas dari kuatnya sinergi lintas instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Hal tersebut mengemuka saat pelepasan Jemaah Haji Kloter 07 yang dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, Jumat (1/5) di Asrama Haji.
Mustafa menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji sejauh ini bukan hanya hasil kerja satu pihak, melainkan kolaborasi erat antara berbagai unsur, khususnya Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah.
“Walaupun secara administratif berbeda, dalam pelayanan jemaah kita tetap satu. Inilah kekuatan utama kita,” ujarnya.
Ia menyebutkan, bentuk dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat koordinatif, tetapi juga mencakup penyediaan sumber daya manusia hingga tenaga teknis yang dibutuhkan di lapangan.
Menurutnya, keterpaduan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kualitas layanan bagi jemaah, sehingga seluruh proses pemberangkatan dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami memastikan seluruh kebutuhan operasional terpenuhi, termasuk dukungan petugas di berbagai bidang demi kelancaran pelayanan,” katanya.
Sementara itu, M. Rifki mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 2.738 jemaah yang tergabung dalam tujuh kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ia menjelaskan, para jemaah yang telah tiba di Madinah kini tengah menjalankan rangkaian ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, termasuk beribadah di Masjid Nabawi serta melakukan ziarah.
“Masih ada tujuh kloter lagi yang akan diberangkatkan. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan agar seluruh tahapan berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Kementerian Agama yang dinilai aktif dalam mendukung kelancaran operasional, baik dari sisi tenaga maupun dukungan lainnya.
Pelepasan Kloter 07 menjadi bagian dari rangkaian pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Padang yang terus berlangsung sesuai jadwal, dengan koordinasi antarinstansi sebagai faktor utama keberhasilan.(brm)