Simulasi Tim dengan Empat Poin
Sebagai contoh, sebuah tim menang 1-0 pada laga pertama, kemudian bermain imbang 1-1 pada pertandingan kedua.
Setelah dua laga, tim tersebut mengoleksi empat poin dengan selisih gol +1.
Namun pada pertandingan terakhir mereka kalah 0-2. Total poin memang tetap empat, tetapi selisih gol berubah menjadi minus satu.
Apabila dua pesaing lainnya meraih hasil positif, posisi tim tersebut bisa turun ke peringkat ketiga atau bahkan tersingkir apabila kalah dalam perhitungan selisih gol.