Petani Belum Menikmati Hasil Ekspor
Ende menilai kondisi tersebut turut berdampak pada kesejahteraan petani gambir. Hingga kini, harga gambir di tingkat petani masih relatif rendah dan tidak menunjukkan perbaikan signifikan.
Barantin mencatat, berdasarkan data lalu lintas ekspor melalui Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Internasional Minangkabau, tidak terdapat pengiriman gambir langsung ke luar negeri dari Sumbar.
Seluruh komoditas tersebut terlebih dahulu dikirim ke Sumatera Utara sebelum diekspor.
Sementara itu, seorang petani gambir di Kabupaten Pesisir Selatan, Frenki, mengatakan harga gambir saat ini berada di kisaran Rp21.000 per kilogram dengan kadar air 18 persen.
Harga tersebut dinilai belum mampu memberikan keuntungan bagi petani karena sebagian besar hasil penjualan habis untuk biaya produksi.
"Harga sekarang hanya cukup untuk menutup biaya operasional, upah pekerja, dan pengolahan. Tidak ada keuntungan yang tersisa bagi petani," katanya.
Menurut Frenki, kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika harga gambir di tingkat petani pernah mencapai Rp100.000 per kilogram.
"Sekarang harganya sangat murah, padahal nilai tukar dolar Amerika Serikat justru naik," ujarnya.