PADANG, SENTERUMBAR.COM — Pemerintah Kota Padang Panjang menyatakan dukungan terhadap pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.
Meski demikian, Pemko Padang Panjang menekankan pentingnya pelaksanaan proses perencanaan dan pengadaan tanah secara transparan, dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat yang terdampak pembangunan.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Daftar Pihak yang Berhak dalam Pengadaan Tanah Jalan Tol Padang–Bukittinggi Seksi Sicincin–Bukittinggi. Kegiatan itu diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jalan Bebas Hambatan, dan Satuan Kerja Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II di Aula Balai Kota Padang Panjang, Jumat (5/6).
Menurut Allex, pembangunan jalan tol merupakan kebutuhan strategis untuk mendukung kemajuan daerah. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menyampaikan informasi secara lengkap dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Ia menilai berbagai aspek penting, mulai dari trase jalan tol, manfaat pembangunan, mekanisme pengadaan tanah, bentuk ganti kerugian, perlindungan hak masyarakat, hingga dampak sosial dan lingkungan harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya berharap kepada pihak perencana, pelaksana, maupun seluruh instansi terkait agar dapat memberikan penjelasan yang seluas-luasnya dan sejelas-jelasnya kepada masyarakat. Informasi mengenai trase, manfaat pembangunan, mekanisme pengadaan tanah, bentuk ganti kerugian, perlindungan hak masyarakat, hingga dampak sosial dan lingkungan perlu disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Allex.
Ia menegaskan pembangunan jalan tol harus berjalan lancar tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang terdampak. Seluruh proses harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi rasa keadilan, serta memberikan kepastian hukum bagi warga.
Allex juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, ninik mamak, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat.
“Apabila seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi, pembangunan Jalan Tol Padang–Bukittinggi akan menjadi tonggak penting bagi transformasi ekonomi Sumatera Barat dan memperkuat konektivitas nasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, turut menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jalan tol tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan tol akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan mengurangi kepadatan lalu lintas serta mengalihkan kendaraan bertonase besar ke jalur khusus.
Ia menilai komunikasi yang baik kepada masyarakat menjadi kunci agar tidak terjadi perbedaan persepsi terkait rencana pembangunan. Berbagai aspek yang menyangkut hak masyarakat, termasuk keberadaan rumah adat dan pandam pakuburan, perlu dibahas secara cermat sehingga dapat ditemukan solusi yang diterima semua pihak.
Pada kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol 2.10, Wisnu Priambodo, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menghimpun masukan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya terhadap hasil survei dan rencana trase yang telah disusun.
Menurutnya, seluruh masukan yang berkembang dalam forum akan dihimpun dan diteruskan kepada pihak berwenang sebagai bahan pertimbangan dalam proses perencanaan selanjutnya.
“Kami ingin meminimalkan dampak terhadap masyarakat. Karena itu, masukan dari Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya sangat penting dalam proses perencanaan ini,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Wita Desi Susanti, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, para pemangku adat dari tiga kenagarian di Padang Panjang dan Tanah Datar, serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.(hdr)