Menurutnya, konsep smart city dan kota sehat dipilih karena memiliki indikator yang terukur dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
Selain itu, Wali Kota juga memperkenalkan berbagai potensi strategis Kota Padang, mulai dari sejarahnya sebagai pelabuhan penting di pesisir barat Sumatera hingga perkembangan sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata.
Fadly juga menyoroti upaya Kota Padang menuju pengakuan sebagai Kota Kreatif Gastronomi UNESCO melalui penguatan sektor kuliner dan ekonomi kreatif daerah.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan TNI terus terjalin dalam mendukung berbagai agenda pembangunan dan kegiatan strategis daerah.
“Sinergi dengan TNI senantiasa kami harapkan, terutama dalam menyukseskan berbagai agenda strategis daerah, termasuk dalam waktu dekat berkolaborasi menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada Agustus mendatang,” katanya.
Sementara itu, Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto menjelaskan bahwa kunjungan ke Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026.
“Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan melalui observasi lapangan, survei, dan pengumpulan data pada berbagai institusi strategis di daerah,” ujarnya.
Menurut Arif, KKDN tahun ini mengangkat tema “Penanganan Ancaman Megathrust dalam Perspektif Kebijakan Nasional Pertahanan Negara dan Tata Kelola Pemerintah Daerah.”
Sebanyak 62 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari 52 perwira TNI, tujuh perwira Polri, serta tiga peserta dari Australia, India, dan Singapura.
Arif Widianto menambahkan, program pendidikan Sesko TNI bertujuan mencetak perwira yang profesional, adaptif, memiliki wawasan strategis, dan siap mengemban jabatan pada level kepemimpinan tinggi.
“Melalui program pendidikan ini, Sesko TNI berkomitmen mencetak perwira-perwira yang profesional, adaptif, berwawasan strategis, dan siap mengemban jabatan pada level kepemimpinan tinggi di lingkungan TNI maupun institusi negara lainnya,” katanya.
Melalui kegiatan KKDN tersebut, para perwira siswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan pembangunan daerah, termasuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman megathrust dari perspektif pertahanan negara dan tata kelola pemerintahan daerah. (hdr)