# Anggaran Janggal Miliaran Rupiah di DPRD Sumbar
PADANG – Alokasi anggaran yang dinilai janggal tidak hanya ditemukan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tetapi juga di DPRD Sumbar. Dalam APBD 2026, DPRD Sumbar mengusulkan sejumlah pengadaan dan kegiatan dengan nilai miliaran rupiah, mulai dari pakaian adat, mikrofon rapat, pengharum ruangan, gorden, hingga anggaran untuk kegiatan open house Ketua DPRD Sumbar.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah alokasi anggaran jasa event organizer (EO) sebesar Rp185 juta untuk kegiatan open house Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di rumah Ketua DPRD Sumbar, Muhidi. Kegiatan tersebut diketahui digelar pada hari kedua Lebaran, 24 Maret 2026.
Muhidi juga membagikan kegiatan tersebut melalui media sosialnya. Dalam unggahannya, ia menyebut open house tersebut sebagai sarana mempererat kebersamaan.
*"Melalui open house ini, kita berharap terjalin kebersamaan dan kekompakan dalam membangun Sumatera Barat yang lebih baik,"* tulis Muhidi.
Selain itu, Sekretariat DPRD Sumbar juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp146 juta untuk kegiatan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah. Anggaran tersebut mencakup penyediaan nasi prasmanan VIP, minuman, serta buah-buahan.
Tak hanya itu, terdapat pula anggaran pakan natura untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumbar sebesar Rp360 juta. Pakan natura merupakan kebutuhan bahan pokok rumah tangga seperti pangan dan sembako.
Pengadaan serupa juga dialokasikan untuk kebutuhan DPRD Sumbar dengan nilai Rp385 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian teh celup, air mineral, gula pasir, kopi bubuk, minuman kaleng atau botol, hingga isi ulang tabung gas selama satu tahun.
Untuk kebutuhan rapat, Sekretariat DPRD Sumbar menganggarkan konsumsi rapat sebesar Rp613 juta. Sementara konsumsi khusus rapat paripurna dialokasikan sebesar Rp805 juta. Selain itu, terdapat pula anggaran makanan jamuan tamu senilai Rp1,4 miliar.
Pada sektor pakaian dinas, DPRD Sumbar menganggarkan Rp1,19 miliar untuk pengadaan pakaian dan atribut pimpinan serta anggota DPRD. Rinciannya meliputi 65 stel pakaian dinas harian, 130 stel pakaian sipil harian, 65 stel pakaian sipil resmi, dan 65 stel pakaian sipil lengkap.
Selain itu, DPRD Sumbar juga mengalokasikan anggaran Rp250 juta untuk pengadaan 65 stel pakaian adat anggota dewan.
Di bidang perlengkapan kantor, DPRD Sumbar mengusulkan pengadaan perangkat conference microphone senilai Rp945 juta. Anggaran tersebut mencakup battery charger, rechargeable lithium-ion battery, tescom, serta biaya instalasi.
Selanjutnya, terdapat anggaran Rp360 juta untuk pengadaan AC Split Duct di lantai enam Gedung DPRD Sumbar. Pengadaan gorden dianggarkan Rp314 juta, sementara pengharum ruangan mencapai Rp189 juta. Bahkan, tersedia pula anggaran Rp80 juta untuk pembelian alat kebersihan dan racun serangga.
Selain pengadaan barang, DPRD Sumbar juga mengalokasikan dana untuk sejumlah pekerjaan renovasi dan pemeliharaan gedung. Di antaranya rehab interior dapur dan ruang konsumsi senilai Rp419 juta, rehab interior ruang PPID sebesar Rp407 juta, pengecatan pagar beton luar gedung DPRD Rp150 juta, serta pengecatan atap dan gonjong gedung utama DPRD senilai Rp303 juta.
Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Sumbar Muhidi belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan. Wakil pimpinan DPRD Sumbar juga belum memberikan jawaban.
Media ini juga telah menghubungi Sekretaris DPRD Sumbar, Maifrizon, namun belum memperoleh penjelasan resmi. Sebelumnya, Maifrizon sempat menjanjikan wawancara pada 22 Mei 2026.
*"Langsung saja ke kantor nanti, tapi jangan sekarang habis Lebaran Haji,"* kata Maifrizon melalui pesan singkat.
Pertemuan kemudian dijadwalkan ulang pada 2 Juni 2026. Namun saat dikonfirmasi kembali, Maifrizon mengaku sedang menjalankan tugas dinas luar kota. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons permintaan konfirmasi lanjutan.