PADANG SENTER SUMBAR
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Tahapan seleksi akademik maupun non-akademik saat ini telah memasuki proses akurasi data sertifikat peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan pelaksanaan SPMB akan dimulai pada 22 hingga 24 Juni 2026 untuk seluruh satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Kota Padang. “Rangkaian untuk seleksi akademik maupun non-akademik ini sudah kita lakukan akurasi sertifikatnya. Nah, kita akan mulai pada tanggal 22 Juni sampai 24 Juni untuk seluruh satuan pendidikan SD dan SMP,” ujar Yopi Krislova, Jumat 5 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pada jenjang SD terdapat sekitar 262 sekolah yang mengikuti SPMB tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 414 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung mencapai 16.592 kursi bagi calon peserta didik baru.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, terdapat 59 sekolah negeri maupun swasta yang mengikuti SPMB secara online. Total rombongan belajar yang disiapkan mencapai 356 rombel dengan daya tampung sebanyak 11.392 kursi.
Menurut Yopi, kapasitas yang tersedia dinilai sebanding dengan jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP maupun madrasah tsanawiyah. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terkait peluang memperoleh sekolah pada tahun ajaran baru. “Ini sebanding, jadi tidak ada ketakutan masyarakat bahwa mereka tidak akan dapat sekolah. Tinggal bagaimana strategi masyarakat memilih jalur yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan SPMB terdapat beberapa jalur penerimaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Untuk SD tersedia tiga jalur, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi. Sedangkan untuk SMP tersedia empat jalur, yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Disdikbud Kota Padang memastikan seluruh proses penerimaan dilakukan secara transparan dan terbuka bagi masyarakat.