Sementara itu, Pjs General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Alman Syarif, menilai kawasan Balai Batu Sandaran memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi yang lebih luas di masa mendatang.
Menurutnya, PTBA hadir tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
"Kami berharap bantuan bibit dan peralatan yang diberikan dapat meningkatkan kualitas produksi kopi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Alman berharap keberhasilan Kelompok Tani Harapan Baru dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk mengembangkan potensi daerah sehingga mampu menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, turut mengapresiasi komitmen PTBA dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di daerah tersebut.
Menurutnya, Sawahlunto memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan sehingga kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
"Dukungan yang diberikan PTBA terhadap pengembangan kopi ini merupakan langkah positif. Komoditas kopi memiliki prospek yang sangat baik dan berkelanjutan untuk terus dikembangkan," kata Riyanda.
Ketua Binaan Petani Kopi Sawahlunto, Beby Candra, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTBA kepada para petani kopi di Balai Batu Sandaran.
Ia menjelaskan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan, petani hanya fokus pada kegiatan budidaya. Namun kini, berkat bantuan bibit, peralatan, dan pendampingan yang diberikan, petani mulai memahami pentingnya pengolahan pascapanen guna meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi.
"Program ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa kopi Balai Batu Sandaran dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah," ujarnya.