Masjid Diusulkan Menjadi Shelter Evakuasi
Salah satu hasil utama penelitian tersebut adalah rancangan shelter berbasis masjid yang dapat difungsikan sebagai lokasi evakuasi sementara ketika terjadi gempa bumi maupun tsunami.
Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dapat dikelola secara mandiri oleh pengurus masjid bersama masyarakat sekitar.
Prof. Yenny menjelaskan, pemilihan masjid sebagai pusat mitigasi dilakukan karena rumah ibadah memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat dan tersebar hampir di setiap kawasan permukiman di Kota Padang.
"Kondisi tersebut menjadikan masjid memiliki potensi besar sebagai pusat evakuasi, edukasi kebencanaan, sekaligus pusat koordinasi saat terjadi keadaan darurat," jelasnya.
Ia juga mengundang Pemerintah Kota Padang untuk menghadiri penyerahan hasil riset yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 di Auditorium Universitas Andalas.